Kutitip rindu
Pada aroma ruap tanah basah yang tersapu hujan angin.
Juga tempias air hujan yang memercik permukaan kaca jendela, menjelma embun.
Suara debur genangan hujan di badan jalan, yang menderu bersamaan dengan kendaraan yang melaju.
Satu-satu suara tetes hujan di atap-atap rumah, laksana tuts piano yang nadanya saling berkejaran.
Juga lelehan bening yang mengalir di wajah, kemudian masuk pada sela-sela ujung bibir.


Komentar
Posting Komentar