Tak ada detail yang benar-benar aku ingat.
Tapi setiapkali mengingatnya, hatiku terasa sesak.
Yang aku tahu sekarang aku sudah hancur.
Tak ada jalan lain selain maju ke depan.
Meski apa-apa yang dulu mampu ku lakukan,
rasanya semua kemampuan itu hilang.
Aku bukan lagi yang dulu.
Aku bahkan mulai merasa,
bahwa aku yang hidup sekarang adalah oranglain.
Dan tentang diriku yang hilang,
tak pernah lagi kutemukan.
Mama, menjadi satu alasanku masih hidup.
meski tak jarang, aku terpikir bahwa hanya menunggu waktu aku pergi.
Dalam semua kelemahan itu,
aku berjalan seperti tanpa nyawa.
Dan apa gunanya lagi raga ku masih berharap,
bahwa kelak aku kembali lagi?
Tapi setiapkali mengingatnya, hatiku terasa sesak.
Yang aku tahu sekarang aku sudah hancur.
Tak ada jalan lain selain maju ke depan.
Meski apa-apa yang dulu mampu ku lakukan,
rasanya semua kemampuan itu hilang.
Aku bukan lagi yang dulu.
Aku bahkan mulai merasa,
bahwa aku yang hidup sekarang adalah oranglain.
Dan tentang diriku yang hilang,
tak pernah lagi kutemukan.
Mama, menjadi satu alasanku masih hidup.
meski tak jarang, aku terpikir bahwa hanya menunggu waktu aku pergi.
Dalam semua kelemahan itu,
aku berjalan seperti tanpa nyawa.
Dan apa gunanya lagi raga ku masih berharap,
bahwa kelak aku kembali lagi?


Komentar
Posting Komentar