Perbedaan Menggambar Manga dan ‘Arts’

Memiliki anak yang sudah memiliki minat dalam dunia seni gambar sejak masih anak-anak merupakan kebanggaan tersendiri bagi para orangtua. Keawaman orangtua terhadap dunia seni gambar yang masih minim sementara rasa antusisas dalam mengembangkan potensi anak begitu besar, menghantarkan para orantua mengunjungi tempat-tempat kursus menggambar agar sang anak mendapat bimbingan yang tepat dalam mengembangkan potensinya.


Banyaknya tempat kursus menggambar tersebar di kota-kota besar dengan beragam program meggambar, kurikulum belajar,  dan konsep yang ditawarkan membuat orangtua bingung memilih program menggambar yang tepat dan sesuai dengan minat dan bakat anak. Pertanyaan paling sering muncul ketika para orangtua murid mendaftarkan anaknya di IkuZo! adalah apa perbedaan antara menggambar manga dan arts?

DEFINISI DAN ASAL

Arts secara keseluruhan merupakan cabang ilmu seni rupa dua dimensi yang mencangkup banyak gaya atau ‘style’, teknik, media, dll, Seni lukis, graffiti, kaligrafi, karikatur, dan komik adalah contoh seni rupa dua dimensi yang pada umumnya sudah dikenal di beragam lapisan masyarakat dengan ciri khasnya masing-masing. Arts berbentuk komik sendiri berdasarkan asal negaranya dikelompokkan menjadi ‘Koloni’ untuk manga asal Indonesia, ‘Manhua’ untuk China, ‘Manhwa’ untuk Korea, dan ‘Manga’ untuk gaya gambar komik yang berasal dari Jepang.

Manga merupakan bagian dari arts yang memiliki style-nya sendiri sesuai dengan asal budaya suatu negara di mana manga tumbuh dan berkembang yaitu Jepang. Mata besar dan hidung sejumput, karakter pria dan wanita yang tampan atau cantik dan menarik, meskipun beberapa mangaka* (Read: sebutan artist manga) menggunakan gaya gambar realistik untuk manganya namun secara keseluruhan menggambar manga memiliki persamaan dasar latar belakang dibuat serealis mungkin sesuai dengan aslinya.

Secara singkat, arts adalah cabang ilmu seni rupa dua dimensi yang bersifat universal atau luas sementara manga adalah bagian dari ‘arts’ sendiri.

TEKNIK, DAN MEDIA

Dari segi media, untuk menghasilkan sebuah seni ‘arts’, seorang anak bisa membutuhkan beragam jenis pensil, kuas dengan jenis dan ukuran yang berbeda-beda untuk mengasilkan kesan yang yang berbeda-beda unuk masing-masing objek pada sebuah gambar ‘arts’ tergantung jenis arts seperti apa yang ingin dihasilkan. Untuk beberapa jenis arts tertentu, lukisan misalnya, kertas atau kanvas dengan tekstur tertentu  serta kekentalan dan kecairan media cat menjadi media yang sangat mendukung kualitas gambar yang dihasilkan. 

Sementara daalam manga,  menggunakan pensil dan kertas sudah cukup bisa menghasilkan sebuah gambar manga, tinggal ditambahkan ink atau goresan pen sebagai hasil akhirnya sehingga gaya gambar manga banyak menghasilkan gaya gambar hitam-putih meskipun banyak gambar manga yang berwarna tergantung apa tujuannya.

PENDIDIKAN ARTS DAN MANGA ANAK

Pada dasarnya, arts mendidik anak untuk berekspresi lewat sebuah karya seni. Seni menggambar manga-secara sempit-mendidik anak untuk berekspresi melalui sebuah gambar yang bercerita.


Di IkuZo! sendiri, anak-anak pada program ‘arts’ akan diajarkan beragam teknik mewarnai dengan beragam media dan alat, pengenalan jenis-jenis warna dan penggunaanya, beragam warna untuk kesan tertentu, yang hasil akhirnya ditentukan oleh anak-anak sendiri di mana emosi, ekspresi, dan jiwa anak akan  sangat berperan di dalamnya.

Sementara pada program manga khususnya, anak-anak diajarkan menggambar proporsi tubuh karakter yang baik, beragam ekspresi karakter, komposisi gambar yang mendukung ide cerita, dll, agar gambar yang dihasilkan dapat menggambarkan secara persis ide pokok sebuah cerita yang dirancang oleh anak sebelum mulai menggambar.


Poin penting dalam seni ‘lukis/arts’ adalah bagaimana agar emosi/jiwa/perasaan anak bisa diekspresikan melalui sebuah karya seni. Sementara poin penting dalam menggambar manga adalah bagaimana agar ide anak tersampaikan dengan jelas melalui gambar yang bercerita yang mana gambar yang bercerita tersebut merupakan ekspresi diri anak sendiri melalui sebuah karya seni. 

ARTIST SEBAGAI RUJUKAN MANGA DAN ARTS

Untuk siapapun yang sedang belajar seni rupa dua dimensi membutuhkan rujukan yang akan dijadikan dasar dalam menghasilan sebuah karya yang dengan rujukan ini  akan sangat berpengaruh terhadap gaya menggambar si anak. Sebagai rujukan, si anak biasanya akan menggambar dengan gayanya sendiri namun dengan sedikit sentuhan yang mirip dengan gaya gambar artist idolanya.

Sebagai contoh, seorang anak yang suka menggambar manga akan menggunakan gaya gambar Masashi Kishimoto (artist manga Naruto) dibanding menggunakan gaya gambar Pablo Picasso. Dia akan menggambar karakter dengam mata besar, goresan rambut yang kaku dan gaya berpakaian yang unik.

Sedangkan untuk anak yang suka arts, dia kemungkinan akan menggunakan beragam gaya dari berbagai gaya lukis para seniman lukis yang terkenal, seperti Pablo Picasso, Salvador Dali, ataupun Van Gogh. Alhasil karya-karya yang akan dihasilkan akan lebih bervariasi, seperti menggambar lukisan abstrak gaya Pablo Picasso ataupun lukisan dengan makna mendalam seperti Salvador Dali dengan tidak menutup kemungkinan anak yang suka menggambar arts akan menciptakan gaya gambar Mashasi Kishimoto karena manga adalah bagian dari ‘arts’ sendiri.  

ARTIST SEBAGAI RUJUKAN MANGA DAN ARTS

Untuk siapapun yang sedang belajar seni rupa dua dimensi membutuhkan rujukan yang akan dijadikan dasar dalam menghasilan sebuah karya yang dengan rujukan ini  akan sangat berpengaruh terhadap gaya menggambar si anak. Sebagai rujukan, si anak biasanya akan menggambar dengan gayanya sendiri namun dengan sedikit sentuhan yang mirip dengan gaya gambar artist idolanya.
Sebagai contoh, seorang anak yang suka menggambar manga akan menggunakan gaya gambar Masashi Kishimoto (artist manga Naruto) dibanding menggunakan gaya gambar Pablo Picasso. Dia akan menggambar karakter dengam mata besar, goresan rambut yang kaku dan gaya berpakaian yang unik.

Sedangkan untuk anak yang suka arts, dia kemungkinan akan menggunakan beragam gaya dari berbagai gaya lukis para seniman lukis yang terkenal, seperti Pablo Picasso, Salvador Dali, ataupun Van Gogh. Alhasil karya-karya yang akan dihasilkan akan lebih bervariasi, seperti menggambar lukisan abstrak gaya Pablo Picasso ataupun lukisan dengan makna mendalam seperti Salvador Dali dengan tidak menutup kemungkinan anak yang suka menggambar arts akan menciptakan gaya gambar Mashasi Kishimoto karena manga adalah bagian dari ‘arts’ sendiri.  

Contoh gambar anak yang menggunakan manga sebagai gaya gambarnya: mata bulat, efek suara, dan balon teks, latar belakang yang mendukung, merupakan unsur dalam sebuah gambar manga.

Contoh gambar anak dengan gaya arts; cipratan cat, sapuan kuas, dan gradasi warna menjadi unsur penting dalam ekspresi diri anak melalu sebuah gambar 'arts'. 



Komentar

Postingan Populer