COFFEE
dreams are floating with it,
drink it, smell it,
then dreams are flowing through the blood stream
Aku menemukan bagian diriku yang pada segelas kopi di pagi hari.
Pada kelembutan foam di atasnya yang tercipta bukan dengan mem-blend dengan tenaga mesin,
tapi dengan kecepatan tangan mengaduknya sampai busa itu meluap, hampir memenuhi mug berukuran besar yang biasa kugunakan
Aku sangat suka kopi dengan porsi cukup besar,
meminumnya di pagi dan malam hari
Aku meminumnya dengan intensity yang cukup sering
Kupikir aku bisa menghentikan kebiasaan burukku,
menggantinya dengan air putih dengan kadar yang dibutuhkan tubuh
Tapi aku salah.
berulangkali aku coba vacuum selama satu sampai dua bulan,
aku selalu kembali mencarinya di saat aku membutuhkan seorang teman,
aku selalu mencarinya ketika aku butuh seseuatu yang mampu membuatku terjaga berkutat dengan mimpi-mimpiku.
Aku selalu mencarinya ketika aku butuh sebuah force
Entahlah,
apa yang terkandung di dalamya sampai aku berfikir untuk benar-benar menyapanya,
dalam bentuk sachet, ready-drink, atau .. dalam bentuk kaleng.
Seperti sebuah sugesti konyol yang mendorongku untuk melihat mug berisi cairan bewarna coklat itu di meja kerja (meja yang menjadi tempatku untuk meng-explore ide-ide bodoh).
Aku melihat mug itu diam di sana, tapi matanya bekerja untuk membuatku melek bahwa banyak sekali yang ingin aku lakukan
Dan hal yang paling konyol adalah ...
sudah kesekian kalinya aku mendapati isi mug itu masih dalam keadaan utuh.
tak kusentuh.
Sepertinya aku merasa cukup dengan hanya melihatnya di meja,
meski tanpa meliriknya barang sedetik.
Just like friend,
Menikmati segelas kopi 'murahan' seperti itu membuatku merasa sedikit tenang
Mungkin seperti pecandu nikotin yang mulutnya terasa asam tanpa sepuntung rokok menggantung di ujung bibir kehitaman mereka



Komentar
Posting Komentar