Eccendentesiast



"Hanya saja, rasanya aku tidak pernah benar-benar bersama seseorang."
Laki-laki di sisi kiri ku hanya melemparkan pandangan nya ke luar jendela. Untuk sekian kali aku menolak seseorang yang sudah menemaniku selama hampir lima tahun.

"Kau tau, mas? Saat aku ngerasa udah waktunya aku biarin seseorang masuk, lalu gak lama kamu hadir. Aku seolah engga benar-benar ngebuka pintu untuk kamu. Aku mungkin udah  biarin kamu masuk, tapi aku gak mau kamu sentuh apapun."
Aku memberanikan diri melihat langsung ke matanya. Tak ada pantulan apapun. Mas Ardhian seperti terbiasa hanya tersenyum.

Aku engga tahu sampai kapan senyum itu bisa bertahan di sana.

"Mas udah bilang, Ra. Kamu cuma butuh waktu. Mas engga butuh kamu segera mungkin ngubah semua pandangan kamu lalu minta kamu untuk lari aja sama mas."

Mas Ardhian buka suara. Seperti biasa, hanya kalimat yang memintaku untuk tetap tinggal.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer