"Tak bisa kah semua diperbaiki lagi?"
Aku diam. Memutar otak. Menatap lurus perempuan di hadapanku. Pandangan matanya kosong.
Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi.
Selama ini aku terus mencoba memperbaiki bagian-bagian yang rusak, menjalani hari seperti yang perempuan itu minta, menatap lurus ke depan seakan masa lalu hanya sebuah cerita yang sama sekali tak memiliki hak apapun untuk mengambil porsi pada bagian skenaro di depanku.
Tapi setiapkali aku merasa aku telah menang, tonggak yang dengan bangga kutegakkan selalu dipatahkan dengan mudah oleh nya, tentu saa tanpa pernah disadarinya selama ini.
Setiapkali aku berusaha keluar dari zona yang tak seharusnya aku masuk, orang itu memintaku untuk tetap tinggal di sana untuk sementara waktu, Untuk apa? Bukankah ini sama saja memulai hal yang sudah aku akhiri?


Komentar
Posting Komentar