Ini tentang ruang kosong yang tertinggal jauh di belakang.
Tentang pertanyaan yang jawabannya tak terelakkan.
Tentang noda yang menjadi jejak,
atau jejak (kah) yang meninggalkan noda?
Mengapa kita begitu sulit jujur (bahkan) pada diri sendiri?
Mengapa kita begitu mudah memulai dengan mengabaikan konsekuensi?
Masing-masing kita sedang berjuang dengan versi kita masing-masing.
Karena luka hanya bisa dimengerti oleh orang yang merasakannya.
Tanpa peduli sepayah apa kita mengaduh pada dunia
Dunia hanya melihat, tak bergeming.
Masing-masing kita menanggung cacat
Ketakutan-ketakutan yang sampai sekarang tak mampu kita taklukan.
Kita bertanya,
pertanyaan yang membuat cabang pertanyaan-pertanyaan lain
Seseorang memendamnya; menjadikan waktu sebagai jawaban terbaik
Seseorag yang lain merintih di balik senyum termanisnya
Yang lain berusaha mencarai tahu, kemudian yang didapatinya adalah jawaban yang hanya membawa gemuruh di dadanya
Kita sama-sama sedang berjuang
Masing-masing kepala menyimpan pikirannya sendiri-sendiri
Yang dengan kata-kata tak akan ada yang pas menggambarkan bagaimana persisnya
Setiap hari; masing-masing kita bertarung
Dengan pikiran-pikiran yang menjebak
Dengan perasaan-perasaan yang menikam
Setiap detik kita bertarung
Dengan membawa tanggung jawab yang masing-masing kita emban
Dengan mempertaruhkan orang-orang yang menjadi alasan kita untuk berjuang
Suatu kali kita pernah berhenti
Kita lelah
Letih, karena rasanya tak ada yang berubah
Padahal rasanya kita sudah lebih bersabar dari kita yang sebenarnya
Ketegaran yang mebuat kita berdiri tegak sampai hari itu,
membuat kita berpikir,
"Mengapa aku bisa sekuat ini?"
Tentang pertanyaan yang jawabannya tak terelakkan.
Tentang noda yang menjadi jejak,
atau jejak (kah) yang meninggalkan noda?
Mengapa kita begitu sulit jujur (bahkan) pada diri sendiri?
Mengapa kita begitu mudah memulai dengan mengabaikan konsekuensi?
Masing-masing kita sedang berjuang dengan versi kita masing-masing.
Karena luka hanya bisa dimengerti oleh orang yang merasakannya.
Tanpa peduli sepayah apa kita mengaduh pada dunia
Dunia hanya melihat, tak bergeming.
Masing-masing kita menanggung cacat
Ketakutan-ketakutan yang sampai sekarang tak mampu kita taklukan.
Kita bertanya,
pertanyaan yang membuat cabang pertanyaan-pertanyaan lain
Seseorang memendamnya; menjadikan waktu sebagai jawaban terbaik
Seseorag yang lain merintih di balik senyum termanisnya
Yang lain berusaha mencarai tahu, kemudian yang didapatinya adalah jawaban yang hanya membawa gemuruh di dadanya
Kita sama-sama sedang berjuang
Masing-masing kepala menyimpan pikirannya sendiri-sendiri
Yang dengan kata-kata tak akan ada yang pas menggambarkan bagaimana persisnya
Setiap hari; masing-masing kita bertarung
Dengan pikiran-pikiran yang menjebak
Dengan perasaan-perasaan yang menikam
Setiap detik kita bertarung
Dengan membawa tanggung jawab yang masing-masing kita emban
Dengan mempertaruhkan orang-orang yang menjadi alasan kita untuk berjuang
Suatu kali kita pernah berhenti
Kita lelah
Letih, karena rasanya tak ada yang berubah
Padahal rasanya kita sudah lebih bersabar dari kita yang sebenarnya
Ketegaran yang mebuat kita berdiri tegak sampai hari itu,
membuat kita berpikir,
"Mengapa aku bisa sekuat ini?"


Komentar
Posting Komentar