Jatuh cinta itu, manis .
Gue nulis ini bukan lagi jatuh cinta loh. Justru, hati gue lagi kosong atau dengan kata lain engga ada yang bener-bener ngisi (*Jiaaaah hahahahaha)
Ngomong-ngomong ... Ini gue nulis spontan langsung nge-blogging tanpa perlu edit-edit dan untuk pertama kalinya gue nulis tanpa ada embel-embel kiasan super ribet yang cuma bisa dimengegerti sama gue doang.
Tadi, baru aja, waktu gue nyari-nyari berkas untuk dikumpulin sebagai persyaratan sidang skripsi, gue nemuin beberapa benda yang sebenernya sangat engga penting di laci gue, yang menurut gue kala itu semua itu adalah benda yang nilainya sama kaya hati yang lagi gue jaga ini .. (Jiaaaahhh ahahahaha katanya engga mau pake bahasa puisi :P ).
Ada secarik kertas dengan tulisan yang memudar. Sebuah catatan kecil yang ditulis seseorang waktu gue sama dia sama-sama ngikutin sebuah acara training tentang art dan design. Waktu itu, gue dengan bodohnya nyimpen selembar kertas yang dia buang itu. Bodoh memang. Tapi perasaan gue waktu itu mengatakan kalo hal kecil itu mampu mendefinisikan sosok yang gue kagumi pada saat itu. Ngeayangin saat itu dia duduk dengan tenang di sisi kiri gue, tanpa tau gue saat itu sedang mengagumi ketenangan-nya yang benar-benar meluluhkan sisi liar gue saat itu. Lebay? Memang. Tapi, untuk sebuah pendapat maintream yang mengatakan jatuh cinta itu manis, gue akan mengangguk mantap.
Ada hal yang lebih gila,
Gue menyimpan selembar bungkusan kue kering yang sudah terpilin cantik membentuk sebuah bunga kecil.Hasil tangan kreatif seorang seniman di kelas gue. Menurut orang itu sampah Buat gue? Ada semacam kenangan yang gue selipin waktu gue mungut itu dan menyimpannya dengan sangat baik dalam kotak pin dan bros gue. Sampah, tapi sejajar sama semua accesoris cantik keanggaan gue.
Jatuh cinta itu manis. Dan dalam mengekspresikan rasa manis itu, masing-masing orang memiliki cara dalam mengekspresikannya. Gue? Mungkin gue semacam gadis yang tergila-gila sama kapsul waktu, hobi nyimpen benda-benda untuk dilihat kemudan hari. Apa perasaaan gue akan sama?
Ternyata tidak.
Dalam usia gue yang sekarang sudah menginjak angka 24, gue akui, gue udah merasakan jatuh cinta, suka, atau kagum sama' seseorang beberapa kali. Dan rasa yang gue simpan untuk seseorang di masa lalu ternyata tidak sama lagi dengan seiringnya waktu bergulir dan kehadiaran orang-orang baru.
Walau begitu, gue engga lupa gimana perasaan gue berasa puber terus setiap kali seseorang mengisi hari gue dan bersikeras menetap di sana dalam waktu yang sangat lama. Perasaan yang begitu manis dan kekanakan, seperti sebuah permen dengan lelehan coklat dingin di tengahnya. Manis, dan segera digantikan rasa pahit yang lebih lama.
"Fallin' in love is like eating dark chocolate. Sweet when it touches your tongue then the bitter spreads whole your mouth in the end.But still, you don't regret what it left"



Komentar
Posting Komentar